NIM/kelas : 932503415/A
Prodi/Fakultas : Pendidikan Bahasa Arab/Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah rangkaian kegiatan
akademik yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi
negeri maupun swasta. Kegiatan ini merupakan salah satu komponen akademik Tri
Dharma Perguruan Tinggi, disamping pendidikan dan penelitian. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan
terjadi hubungan timbal-balik antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Salah
satu perguruan tinggi yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah IAIN Kediri.
KKN
IAIN Kediri diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (LP2M) IAIN Kediri. Pada tahun ini, KKN IAIN Kediri menggunakan
metode ABCD (Asset-Based Community Development) yaitu metode yang
berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat melalui aset yang dimiliki serta
pemanfaatannya. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan maasyarakat yang mandiri.
Penulis
sebagai peserta KKN kelompok 53 akan menggambarkan asset yang dimiliki oleh
daerah KKN penulis.
Kelompok
KKN 53 bertempat di Dusun Ngadiboyo Desa Ngadiboyo Kecamatan Rejoso Kabupaten
Nganjuk. Desa ini termasuk terletak di bagian utara Kabupaten Nganjuk. Akses
menuju desa ini pun terbilang mudah karena cukup dekat dengan pusat kota. Tak
heran jika desa ini pernah tergolongkan sebagai desa maju meskipun sekarang
mengalami kemunduran menjadi desa berkembang.
Asset
utama dusun Ngadiboyo sendiri adalah bawang merah. Mayoritas pekerjaan penduduk
di dusun ini adalah petani. Pada saat musim kemarau, hampir seluruh petani di
dusun Ngadiboyo menanam bawang merah.
Masa panennya pun cukup singkat, yaitu 2-3 bulan.
Selama
ini bawang merah di dusun Ngadiboyo hanya dijual dalam bentuk bawang merah utuh
tanpa olahan. Oleh karena itu, kelompok kami memiliki inovasi baru untuk
mengolah bawang merah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, yaitu stik
bawang merah.
Langkah
awal yang kami lakukan adalah percobaan pembuatan produk olahan bawang merah.
Setelah melakukan percobaan beberapa kali, inovasi ini siap disosialisikan.
Langkah
selanjutnya adalah sosialisasi. Sosialisasi ini mengundang Bapak Rofiq selaku
dosen ekonomi di IAIN Kediri. Sasaran sosialisasi ini adalah para ibu PKK dan
Muslimat Al Hidayah. Tak lupa kami juga mengundang para perangkat desa dan
dusun Ngadiboyo. Hasilnya, warga pun cukup antusias mengikuti sosialisasi ini.
Setelah
diadakannya sosialisasi ini, diharapkan warga mampu mengembangkan asset yang
dimilikinya, khususnya bawang merah yang merupakan asset utama dusun Ngadiboyo.
Jika sebelumnya bawang merah hanya dijual langsung tanpa diolah, maka setelah
diadakannya sosialisasi ini, diharapkan warga dapat mengolah bawang merah
menjadi produk yang bernilai tinggi. Stik bawang merah contohnya.
Dan setelah 45 hari mengikuti kegiatan KKN,
penulis merasakan manfaat yang banyak dari kegiatan ini. Banyak pengalaman dan
hal baru yang didapatkan oleh penulis. Bagi penulis, kegiatan KKN merupakan
pengalaman yang tak terlupakan.

0 comments:
Post a Comment