Thursday, December 13, 2018

Filled Under:

BAWANG MERAH SEBAGAI ASET UTAMA DESA NGADIBOYO SERTA INOVASI OLAHANNYA



Nama : Karima Nailatul Muna
NIM/kelas : 932503415/A
Prodi/Fakultas : Pendidikan Bahasa Arab/Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Artikel ini di unggah untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah E-learning 
Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah rangkaian kegiatan akademik yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kegiatan ini merupakan salah satu komponen akademik Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping pendidikan dan penelitian. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan terjadi hubungan timbal-balik antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Salah satu perguruan tinggi yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah IAIN Kediri.
KKN IAIN Kediri diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kediri. Pada tahun ini, KKN IAIN Kediri menggunakan metode ABCD (Asset-Based Community Development) yaitu metode yang berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat melalui aset yang dimiliki serta pemanfaatannya. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan maasyarakat yang mandiri.
Penulis sebagai peserta KKN kelompok 53 akan menggambarkan asset yang dimiliki oleh daerah KKN penulis.
Kelompok KKN 53 bertempat di Dusun Ngadiboyo Desa Ngadiboyo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Desa ini termasuk terletak di bagian utara Kabupaten Nganjuk. Akses menuju desa ini pun terbilang mudah karena cukup dekat dengan pusat kota. Tak heran jika desa ini pernah tergolongkan sebagai desa maju meskipun sekarang mengalami kemunduran menjadi desa berkembang.
Asset utama dusun Ngadiboyo sendiri adalah bawang merah. Mayoritas pekerjaan penduduk di dusun ini adalah petani. Pada saat musim kemarau, hampir seluruh petani di dusun Ngadiboyo menanam  bawang merah. Masa panennya pun cukup singkat, yaitu 2-3 bulan.
Selama ini bawang merah di dusun Ngadiboyo hanya dijual dalam bentuk bawang merah utuh tanpa olahan. Oleh karena itu, kelompok kami memiliki inovasi baru untuk mengolah bawang merah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, yaitu stik bawang merah.
Langkah awal yang kami lakukan adalah percobaan pembuatan produk olahan bawang merah. Setelah melakukan percobaan beberapa kali, inovasi ini siap disosialisikan.
Langkah selanjutnya adalah sosialisasi. Sosialisasi ini mengundang Bapak Rofiq selaku dosen ekonomi di IAIN Kediri. Sasaran sosialisasi ini adalah para ibu PKK dan Muslimat Al Hidayah. Tak lupa kami juga mengundang para perangkat desa dan dusun Ngadiboyo. Hasilnya, warga pun cukup antusias mengikuti sosialisasi ini.
Setelah diadakannya sosialisasi ini, diharapkan warga mampu mengembangkan asset yang dimilikinya, khususnya bawang merah yang merupakan asset utama dusun Ngadiboyo. Jika sebelumnya bawang merah hanya dijual langsung tanpa diolah, maka setelah diadakannya sosialisasi ini, diharapkan warga dapat mengolah bawang merah menjadi produk yang bernilai tinggi. Stik bawang merah contohnya.
 Dan setelah 45 hari mengikuti kegiatan KKN, penulis merasakan manfaat yang banyak dari kegiatan ini. Banyak pengalaman dan hal baru yang didapatkan oleh penulis. Bagi penulis, kegiatan KKN merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

0 comments:

Post a Comment

Copyright @ 2013 my notes.